25.2.18

Hujan di Februari

 
 
Tiada yang lebih pilu
Dari hujan di bulan Februari
Yang meguasai senja
Mengabukan angkasa

Inilah kisah romansa antara
matahari, langit, dan awan.
Pada awal harinya 
Matahari mantap merajai langit. 
Dibuatnya siang cerah menyala. 
Tapi semua hanya fana. 
Tak ada yang bisa mengelabui cintanya langit pada awan. 
Saat datangnya senja, langit membelai awan
Dipeluknya awan erat erat
Hingga mendung bergelayut
Dan meneteskan hujan tak berujung, air tak terbendung

Tiada yang lebih pilu
Dari hujan di bulan Februari
Saat sang matahari
Tak mampu membiaskan sinar lagi

Untuk semesta
Maupun langit yang ia cintai... 




1 comment:

Desiana Nurul Maftuhah said...

Bimoooooo.. where are yoouuuu.... huhuhuhu... Biiimm.. kangen berat plus khawatir.. are you okaaay???
Kenapa kok tiba2 menghilang dengan sebegitu niatnya, sampai nomor handphone dan social media ngga aktif semua..