19.12.16

Bajak Laut dan Purnama Terakhir

Novel Terbaru Adhitya Mulya

Saya selalu punya masalah untuk menuliskan nama Adhitya. Pake huruf 'h' ga? Dimana letak huruf 'h' nya? Adit? Adhit? Adith? Ahhdit??

Tapi saya akui, kalau @adhityamulya adalah salah satu tokoh penulis favorit saya. Jomblo, Gege Mengejar Cinta, dan terakhir, yang bikin saya termehek-mehek saat membacanya : Sabtu Bersama Bapak. Nah, baru-baru ini penulis ini menerbitkan novel terbarunya yang diklaim berasal dari hasil pengendapannya bertahun-tahun. Judulnya : Bajak Laut & Purnama Terakhir.

Jaka Kelana punya mimpi menjadi bajak laut yang disegani bersama keempat awaknya. Kenyataannya, Jaka selalu saja gagal merompak karena dia memulainya dengan terlalu sopan, seperti, Assalamualaikum, permisi, saya mau merompak, boleh?

Demi mencapai impiannya dan berkat pesan dari Dewa Ganteng, Jaka pantang menyerah. Hingga suatu hari Kerapu Merah mulai beraksi dan dikejar-kejar kompeni! Dari satu pulau ke pulau lain, petualangan Kerapu Merah dimulai dan diikuti juga dengan tiga sosok misterius yang membawa pesan sakral. Sebuah petualangan bersejarah yang harus mereka selesaikan sebelum genap purnama terakhir.


Jika kalian mengikuti novel-novel Adhit, maka latar belakang drama kerajaan ala Saur Sepuh ini udah ada di Gege Mengejar Cinta. Kisah cinta antara Jang Gege, Putri Cempaka, dan Gong-nya. Dulu saya ngakak bacanya. Kejelian Adhit untuk mengangkat kisah lain dari dinasti Wijaya, di buku yang baru ini, perlu diacungi jempol. Saya emang orangnya gampang kaguman kalo nonton cerita baru yang diambil dari cerita yang udah terkenal. Nonton Once Upon A Time aja udah kegirangan. Kayaknya kita perlu bikin cerita kayak gini nih, dimana Mbok Rondho Dadapan melepas Timun Emas dalam sedih, kemudian tiba-tiba menemukan Keong Mas yang dibawa oleh Yuyu Kangkang.

Kok malah ngelantur.. Anyway...

Ceritanya sendiri cukup seru, Kenapa seru? Karena bisa saya lahap dalam 1 malam langsung. Kenapa cukup? Karena saya pribadi lebih suka novel Adhit yang sebelumnya. Memang ga bisa dibandingkan secara langsung juga sih. Tapi yang ini kurang dekat aja kali ya, sama kehidupan nyata pembaca. Kang Adhit, mending buat novel drama romatis aja kang.. Hehehehe..


No comments: