7.4.14

How I Met Julian

Nak, jika kamu sudah sampai di halaman ini harap dimaklumi tulisan-tulisan menjijikan yang kamu baca sebelum ini, atau yang akan kamu temui sesudah ini. Tahun-tahun itu Ayah lagi labil-labilnya. Mungkin blog ini adalah warisan yang paling tak berguna, tapi setidaknya dari blog ini kamu akan mengetahui tingkah laku Ayah di masa muda..

Maka ijinkanlah Ayah bercerita mengenai seseorang. Tolong jangan protes dulu, mengapa kalian harus mendengarkan cerita ini. Nikmati saja. Daripada nonton YKS di TV?? (Eh, jaman kalian YKS masih ada ga ya??)

Bagi Ayah, masa kuliah adalah masa awal kebebasan. Bebas memilih fakultas yang Ayah inginkan. Bebas mengisi hari-hari dengan apa yang Ayah suka. Di kampus, selain belajar Ayah juga bisa berorganisasi. Dengan demikian Ayah memiliki banyak teman. Bahkan dulu ada beberapa teman yang cukup dekat. Teman ini sering jalan ke sana ke sini bersama-sama. Meski demikian kami menolak disebut gank, kesannya eksklusif. Mungkin lebih enak disebut sahabat. Salah satu dari mereka adalah seorang perempuan. Ayah yakin, pasti ayah sudah pernah menceritakan soal tante ini ke kalian. Tapi biarlah kalian menebak-nebak siapa dia. Waktu itu ada seorang pria yang mendekatinya. Pria yang berasal dari luar lingkaran pertemanan kami. Ibarat seorang pejantan dalam suatu komunitas macan. Ayah rada-rada sebal dan siap mengaum jika ada hewan liar yang mengganggu betina-betina Ayah (maaf terlalu banyak nonton Nat Geo Wild hahahaha). Pria itu bernama Julian.Om Julian.

Pepatah lama mengatakan: Tak Kenal Maka Tak Sayang. Karena jalur pulang yang searah, lama kelamaan Ayah berteman akrab dengan Om Julian. Kalau kata Tom Fletcher, "He's more like brothers, And sometimes lovers, But I won't tell you about that". Hahahaha. Satu yang Ayah kesal dari Om Julian, kalau sudah terpanah Dewa Asmara. Nelangsanya bikin orang di sekitarnya ikutan bad mood. Kadang dia mengerang-ngerang seperti Zainuddin ditinggal Hayati. Tapi Om Julian juga banyak mempengaruhi Ayah secara positif. Dari denger lagu-lagu the Beatles, diajakin ngaji, hingga dikenalkan dengan serial How I Met Your Mother.

Coba kalian cari serial How I Met Your Mother. Serial itu bagus sekali. Tidak hanya mengajarkan bagaimana persahabatan di antara kelima tokoh di dalamnya. Banyak sekali momen-momen yang bisa dijadikan pelajaran. Tapi siapa sangka, di akhir serial How I Met Your Mother, ayah jadi teringat Om Julian. Dulu Om Julian suka meng-klaim dirinya seperti Ted Mosby, yang kemudian Ayah tertawa terkekeh saja dalam hati "Hihihiihi, In Your Dream..." Tapi ternyata memang hampir mirip. Om Julian saat ini telah menikah dengan Tante Chrysta. Dulunya mereka berdua merupakan sahabat yang dekat. Mereka dan 6 orang sahabat ayah lainnya bahkan membentuk keluarga palsu dimana Om Julian dan Tante Chrysta menjadi kakak dan adik.

Perjalanan cinta Om Julian. Perjalanan cinta Tante Chrysta. Keduanya sudah menempuh berpuluh langkah. Akan tetapi pada akhirnya, tuntunan Tuhan yang membuatnya menoleh ke sebelah dan tersadar, "Yassalam.. ternyata tulang rusuk yang hilang jatohnya ga jauh". Cinta itu memang misteri....

Nak, setiap perjalanan hidup kita akan dihadapkan pada rangkaian-rangkaian peristiwa yang sangat bisa kita jadikan bekal hidup sebanyak-banyaknya. Itu, kalau kita mau mencoba menangkapnya dan meresapinya. Di tulisan lain, mungkin akan Ayah ceritakan bagaimana Ayah bertemu tante Adhita, tante Icha, om Ruwi, om Andre, om Catur, tante Cici, pakde Hari, tante Mitha, dan lainnya.....

Sekarang Ayah ingin bercerita bagaimana Ayah bertemu Ibumu......

2 comments:

Ramot said...

Jangan, Ayah! Jangan paksa kami duduk di sofa yang sama selama 9 tahun seperti yang sudah dilakukan Ted Mosby. Ayah rekam saja cerita ayah dan bila sudah selesai nanti kami dengar (kalau sempat).

Catur Adi Nugroho said...

Bim mulai nulis buku gih, kamu itu pinter nulis... tulisan mu enak dibaca... :)