6.8.13

Bersyukur atas yang ada....

... bersabar atas apa yang belum ada.

Bukan, dua kalimat di atas bukan saya yang nulis. Saya comot aja dari @adhityamulya. Beberapa twit dari beliau yang akan saya tuliskan kembali berikut ini menjadi inspirasi untuk diri saya pribadi, dan semoga juga berguna untuk orang lain.


Mensyukuri apa yang dimiliki dan yang tidak. Karena memiliki sesuatu atau tidak/belum memiliki, sesungguhnya demi kebaikan kita juga.

Tidak pernah perlu iri atau sinis dengan apa yang orang lain miliki. Karena Tuhan menjamin Dia tidak pernah salah kasih rejeki/ujian/hukuman

Gue punya temen namanya X. Asli waktu kuliah kerjanya nyontek. Sampe gue was was ni anak kalo suatu saat kerja bikin jembatan gimana ya...

Anehnya setelah lulus. Eh karir dia luancar banget. Sementara kiri kanan nganggur, dia pindah2 kerja better salary+position. Skg wah banget.

Gue wondering. Tuhan kan ga salah kasih rejeki ya. Kemudian gue belajar: gue hanya liat dia nyonteknya. Sisi lainnya mana tau kan gue?

Siapa tau sementara dia nyontek, dia ngasuh neneknya? Nyebokin nenek yg udah tua. Atau santun anak yatim? Atau tahajud? Gue kan ga tau.

Sementara itu gue hanya ketemu dia 3 jam kuliah dan hanya di situ aja dia nyontek. Tidak pantas sekali gue judging atau drawing conclusions.

Tuhan tidak pernah salah kasih rejeki. Dan apa yang dikasih pun belum tentu rejeki. Ketenaran, uang, etc etc bisa jadi rejeki atau malah ujian.

I think since 2003, i stop keeping up w/ my friends. Stopped benchmarking. Stop doing something just for competition. Rejeki ga salah kasih.


Saya jadi ingat pesan "kepala sekolah" ketika pertama kali bertemu dengannya.
Bekerjalah dengan baik, jangan tengok kanan kiri...

Ah, pak kepsek...

3 comments:

indigo wine said...

Like your post. Food for thoughts.
But not keeping up with social pressure is damn hard. Damn hard, indeed.

Catur Adi Nugroho said...

ah bimo... makasih jadi diingetin

aldi said...

kalo kerjanya jadi supir taxi masa jangan tengok kanan-kiri?
kapan dapet penumpangnya?
#salahfokus