24.5.13

APTB 07


Bulan-bulan terakhir ini bisa dihitung dengan jari kapan saya menggunakan bus ke kantor. Padahal dahulu kala, saya dan transportasi massal sudah layaknya sahabat lama. Tapi mungkin ini yang namanya suratan. Mendadak ban mobil gembos tanpa pemberitahuan sebelumnya. Merasa tak aman mengendarai mobil tanpa ban cadangan yang mumpuni, saya pun mengakrabi kembali deru knalpot angkutan Jakarta (tssah).

Dua hari yang lalu, saat sedang menunggu sembari ngemil upil di shelter Kuningan, tiba-tiba datang sebuah bus biru. Otak saya refleks mengenali bahwa bus tersebut adalah APTB. APTB adalah Aku Pacar Tamara Blezynski. Bukan dink.. Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus Transjakarta (jangan tanyakan saya kenapa bukan APTBT) adalah sebuah angkutan bus yang melayani rute luar Jakarta. Pada saat di dalam kota, bus ini melewati jalur Trans Jakarta. Angkutan ini setau saya melayani Jakarta - Cibinong.

Pintu terbuka mengeluarkan udara sejuk dari dalamnya. Setengah sadar, saya dengar abang kondektur berkata..
"Bekasi, Bekasi!!!"
"Hah, ga salah nih?" tanya saya dalam hati. Saya pun memberanikan diri menanyakan apakah bus ini berhenti di Jatibening, sebuah terminal bayangan tersohor di timur Jakarta.
Abang kondektur mengiyakan sambil tersenyum mengundang. Mengundang-undang dasar 1945. Halah.

APTB nomor rute 07 ini berjalan dengan lancar. Saat itu memang jalanan lebih bersahabat. Meskipun harus merogoh kocek tambahan, (satu karcis perjalanan seharga 8000 rupiah), saya senang karena tidak sampai rumah dalam kondisi bau prengus. Keesokan harinya baru saya tahu bahwa APTB yang saya naiki tadi malam baru beroperasi perdana pada malam itu. Tapi kejadian di hari kedua itu lebih seru...


Apaan sih? Apaan sih? TM

Hari kedua saya kembali menunggangi APTB 07 dari depan Plasa Semanggi. Itu pun tidak disengaja, karena menunggu P17 yang tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Saat pembayaran itu muncul sedikit kericuhan.

Apaan sih? Apaan sih? TM

Jadi ternyata APTB ke Bekasi itu dioperasikan oleh lebih dari satu operator. Ada PPD dan ada Mayasari Bakti. Bagi para penumpang yang membeli karcis dari loket TransJakarta waspadalah. Soalnya, karcis yang untuk PPD ga bisa digunakan untuk menaiki bus Mayasari. Begitu pula sebaliknya. Parahnya lagi, misalkan kita naik bus dengan operator yang benar, akan tetapi jika beli karcis untuk tujuan Bekasi Barat, tapi naiknya Bekasi Timur, ga bisa. Harus bayar lagi. Aneh kan, kan, kan?? Dalam hal ini yang paling dirugikan tentu konsumen yang lugu seperti saya ini.

Seharusnya sistem yang diterapkan ke para operator itu adalah sistem reinburse. Dimana setiap karcis yang dibeli di shelter Bus, yang mereka pungut dari pengguna, dapat di reinburse ke BLU TransJakarta. Sehingga dengan demikian, para penumpang bisa lebih leluasa membeli karcis tanpa mereka harus pusing dan meramal, bus dari operator manakah yang akan datang duluan??

Pak Jokowi, PR ya...




1 comment:

Haikal said...

Utuk mempercepat usulan Pak Bimo, mending ke rumah pak jokowi barengan sama supirnya heheheheh