Random


Pada gemericik hujan yang berderap di pukul satu. Maunya itu beku. Karena di sela tetesan beningnya, ia ingin titipkan rasa.

Tetesan kecil membesar dan mencair. Saat menjumpai gadis yang menikmati angin bersemilir, ia pun tersihir. Lupa sudah tugasnya sebagai kurir.

"Hai nona dengan kesabaran baja. Buat apa kau menanti si tuan gila kerja? Lebih baik kau ikut aku saja. Mengarungi dunia bagai ratu dan raja,"

"Duhai air nan penuh gairah. Segala pikiranmu salah. Tidak kucintai tuan begitu sangat. Hanya dalam kesetiaan kucapai puncak nikmat,"

"Pergilah kau, aku tak mengapa. Biarkan aku menunggunya entah sampai senja keberapa,"

dikutip dari @bimown. 17 Feb 20011.



1. Gambar diambil dari quirkymon.blogspot.com

By MoMo with No comments

Tuhan, ia datang lagi

Tuhan, aku menghadap padaMu bukan hanya di saat-saat aku cinta padaMu, tapi juga di saat-saat aku tak cinta dan tidak mengerti tentang diriMu - Wahib

Tuhan, ia datang lagi
Kali ini tertawa di balik selimut putih
Kadang juga menatap melalui spion kemudi

Ia memiliki segudang kelebihan
Berbicara mengundang perhatian
Dan aku sang lemah iman
Terjerembab dalam kehampaan

Bersamanya aku merasa rendah diri
Meski seharusnya hanya padaMu lah ku merasa seperti teri
Kadang ingin aku teriak agar Kau puasi hati
Supaya setidaknya aku bisa mensyukuri

Padanya yang membuat pikiranku gemuruh dan napas menderu
Tuhanku, aku cemburu



[1] Photo's taken from chud.com

By MoMo with No comments
  • Popular
  • Categories
  • Archives