3.6.12

Jatim Park, Batu

Sebenarnya ada satu cerita yang tersisa dari kepergian saya ke Malang beberapa waktu lalu. Dikarenakan alasan klasik kesibukan, maka cerita itu baru bisa tersampaikan sekarang. 

Saat saya berada di Malang, dengan sangat menyesal mas Ivan, selaku tuan rumah, meminta maaf karena tidak dapat menemani saya jalan-jalan hari Sabtu itu. Dia harus ke kantor untuk interview calon karyawan baru. Saya pun tidak begitu keberatan, karena kedatangan saya pun pada intinya hanya untuk bertemu dan ngobrol dengan beliau, dan saya masih punya banyak waktu.

Pagi hari itu saya pergi ke Malang Town Square (terkenal dengan singkatan MaToS) untuk membayar tiket Sancaka saya. Usai dari situ muncul kebingungan, bagaimana menghabiskan siang. Ada teman menawarkan untuk nonton Avengers bareng pacarnya, tapi saya menolak. Yang saya ketahui Malang terkenal dengan wisata Batunya. Iseng saya mencoba browsing bagaimana caranya saya bisa ke Batu.

Saya pikir jarak Malang - Batu macam Jakarta - Puncak. Tapi setelah browsing, ternyata caranya super gampang dan gak terlalu lama. Dari Arjosari naik angkutan umum ke terminal Landungsari. Lucunya di Malang ini angkotnya tanpa nomor, tapi menggunakan singkatan, macam ADL (Arjosari Dinoyo Landungsari), ABG (Arjosari Borobudur Gadang), GL (Gadang Landungsari). Bayar ongkosnya cukup 3000 rupiah saja.

Sampai di Landungsari, saya bertanya ke seorang pria di terminal, bagaimana caranya ke Batu. Pria itu malah balik bertanya, "Batunya dimana??". Bingung ditanya demikian, saya nyeletuk saja, "Jatim Park, Pak". Karena itu satu-satunya objek wisata di Batu yang pernah saya dengar. Itu pun dengarnya barusan, saat dalam perjalanan dari rumah mas Ivan ke MaToS.

"Ooh, naek angkot kuning itu aja. Langsung di depan Jatim Park," katanya sambil menunjuk angkot kuning dengan tulisan MDL. Saya sumringah dan enggan untuk menebak lagi apa singkatannya. Perjalanan dari Landungsari ke Batu memang cukup memakan waktu. Bukan karena jaraknya yang jauh, tapi lebih ke rute angkotnya yang muter-muter.

Sekitar 30 menit kemudian saya sudah sampai di Jatim Park 2. Cukup dengan 3000 rupiah saja. Konon ada pula Jatim Park 1. Tapi saya cukup puas sampai sini. Objek wisata ini menjual wisata fauna yang dinamakan Jatim Park Secret Zoo dan Museum Satwa. Untuk akhir pekan, Jatim Park Secret Zoo dibandrol seharga 75.000, sementara 20.000 Museum Satwa. Untuk tiket terusan ke 2 wahana itu, dapet diskon sebesar 5000 perak.

Secret Zoo menawarkan konsep kebun binatang yang cukup menarik dan interaktif. Ada beberapa hewan-hewan yang hanya kita ketahui melalui film-film kartun muncul di sini. Contohnya meerkat atau lemur. Mereka juga memasang papan-papan berupa pertanyaan-pertanyaan interaktif yang mencerdaskan. Di beberapa bagian, kita dapat berfoto bersama hewan-hewan yang ada.




Di akhir perjalanan menyusuri kebun binatang ini, para pengunjung akan disuguhi wahana-wahana yang akan menarik minat si kecil. Mulai dari permainan ketangkasan, mini tornado ala Dunia Fantasi, sampai rumah hantu yang tidak begitu seram. Terdapat pula beragam makanan yang harganya masih masuk akal menurut kantong warga Jakarta (walaupun saya sendiri memilih makan bakso malang di depan Jatim Park hehehe).


Jika Secret Zoo menampilkan fauna hidup, museum satwa menampilkan hewan-hewan yang dalam bentuk patung. Saya sendiri tidak sempat menanyaka apakah itu hewan asli yang dibalsem atau hewan yang dibuat replikanya. Yang jelas, tampilannya begitu mirip dan memukau. Ada fosil dinosasurus, beruang kutub, hingga manusia purba.





Untuk pengunjung dari luar kota, tersedia pula penginapan di objek wisata ini. Lucu deh, bentuknya seperti pohon raksasa.

Saya pribadi sangat terkesan dengan pengelolaan Jatim Park 2 ini. Seharusnya pengelolaan kebun binatang yang ada di setiap kota kota bisa mencontoh Jatim Park 2. Semoga lain kali masih ada waktu lagi untuk mencicipi wisata Malang lainnya.


3 comments:

kusut said...

gw baru kesitu

gw ga masuk museum, cm liat secret zoo ama maenan wahana

cicianggitha said...

pertanyaanya, di foto terakhir itu sapa yg motoin Mo? mamooth? :D

Cynthia said...

Gue gugling angkutan umum malang batu, eh ternyata nyasarnya ke blog eloo mooo hahahaha..