19.2.12

Random


Pada gemericik hujan yang berderap di pukul satu. Maunya itu beku. Karena di sela tetesan beningnya, ia ingin titipkan rasa.

Tetesan kecil membesar dan mencair. Saat menjumpai gadis yang menikmati angin bersemilir, ia pun tersihir. Lupa sudah tugasnya sebagai kurir.

"Hai nona dengan kesabaran baja. Buat apa kau menanti si tuan gila kerja? Lebih baik kau ikut aku saja. Mengarungi dunia bagai ratu dan raja,"

"Duhai air nan penuh gairah. Segala pikiranmu salah. Tidak kucintai tuan begitu sangat. Hanya dalam kesetiaan kucapai puncak nikmat,"

"Pergilah kau, aku tak mengapa. Biarkan aku menunggunya entah sampai senja keberapa,"

dikutip dari @bimown. 17 Feb 20011.



1. Gambar diambil dari quirkymon.blogspot.com

No comments: