6.7.11

Persimpangan



Semasa kecil, saya punya sebuah buku favorit. Saya lupa persis bukunya tentang apa. Hanya ingat tokohnya seekor tikus. Saat membacanya saya akan mendapat pilihan untuk menentukan bagaimana alur cerita yang diinginkan. Jika saya ingin ceritanya A, maka saya diharuskan membuka halaman tertentu, sementara saya pilih alur cerita B, maka saya harus membuka halaman lainnya. Sering saat menyadari pilihan saya ga seru, maka saya akan kembali dan memilih pilihan satunya lagi. Curang ya? Biarin.

Dan persimpangan-persimpangan yang ditemui dalam hidup saat ini tak ubahnya seperti membantu si tikus menentukan ceritanya. Setiap pilihan akan mengarahkan kita pada konsekuensi-konsekuensi hidup yang harus dihadapi. Tapi tidak selalu pilihan itu begitu mudah untuk dilalui, bahkan dipilih. Ketika pilihan ditentukan, eh jalan itu tidak terbuka lebar. Banyak penghalang dan batasan yang muncul di ujungnya. Akhirnya muncul rasa sakit karena kita tak memiliki daya untuk memilih.

Dalam metromini 62 limited edition (karena lewatnya cuman sampe jam 5.30) atau di tengah kantuk dan dinginnya malam di TransJakarta, saya sering menelaah lagi rute-rute hidup yang saya lalui. Saya tertawa mengingat pengalaman bodoh di masa lalu. Saya juga sering merasa nelangsa jika mengetahui fase hidup saya tidak sebaik orang lain. Ah, memang saya terlalu melihat ke atas. Kemudian muncullah tanya. Apa si sebenarnya tujuan hidup kita selama ini? Bukankah di tiap jalan yang kita lalui ada sebuah proses pendewasaan diri?

Maka bila hidupmu dirasa tak menarik, jalanilah dengan upaya maksimal. Karena suatu hari nanti, tapak-tapak jalan hidup tersebut akan jadi bahan pelajaran terbaik.

I know you can make it. Cause you're amazing, just the way you are.



*ih yang terakhir itu maksa banget deh hahahaha..

[1] Photo's taken from : somethingicalledstuckinmymind.blogspot.com

2 comments:

aldi said...

karena itulah Mo..
selalu berdoa, memohon yg terbaik

MoMo said...

Amiin. Selalu saling mengingatkan ya kang.. :D