15.4.11

Bakul Sayur

Aku menatapmu begitu lama. Ah, rasanya lebih tepat disebut mengintip jika memandangmu kulakukan dari balik jendela. Saat kopi dan cerutu mampu menaklukan para pria, dirimu adalah candu dalam hidupku. Setiap pagi kau ada di sana. Pos ronda depan rumah, yang sepi saat mentari meninggi. Kehadiranmu seolah menghangatkan pagi dinginnya. Berkali-kali aku melihatmu, tanpa ku tau sebabnya. Mulai ketika kau menggelar sayur mayur, hingga melihatmu membungkus dan menghitungnya satu per satu. Menatapmu seolah meruntuhkan butir gelisah dalam dada.



Aku masih ingat betul bagaimana terpananya aku saat melihatmu muncul pertama kali di tempat itu. Si gadis ayu berwajah malaikat. Seolah aliran darahku berdesir begitu cepat, hingga aku lupa apakah tadi sudah minum obat. Dari Anissa aku tahu namamu. Anik. Nama yang manis, semanis si empunya. "Ada bu Anissanya, Pak?" begitu kata sapaan darimu yang keluar untukku. Membuat lidahku kelu dan jantungku berdegup tak beraturan karenanya.

Jika kerap kali kuminta kau mampir, sekedar menawarkan gorengan atau air putih penghapus dahaga, itu memang bukan kebetulan saja. Aku ingin melihat kau lebih lama. Menghabiskan siang dengan bercengkerama di teras rumah. Dan mengetahui semua hal tentangmu. Apa hobimu, dimana tinggalmu, atau sudah menikahkah kamu, segalanya tampak penting bagiku.

Aku menikmati raut muka heranmu saat menerima kain sutra dariku. Kain yang sudah lama tersimpan dan memiliki kenangan mendalam. Dan suaraku kembali kelu, saat Anissa tahu, terkejut dan bertanya heran, "Ayah, Ayah naksir Anik???"

Nampak cinta tak pantas untuk kaum manula. Hingga aku bingung bercerita ke mana. Ke anakku, cucuku, atau mendiang istriku di pusara?

Tak patutkah cupid datang memanah pria tua untuk seorang nona muda?

[1] photo's taken from keisha-ruwy.blogspot.com

4 comments:

iamedel said...

kyaaa bimo, demen bener dah gw sama postingan elu. ciamik!

MoMo said...

synn... kangen nih.. kapan ketemuan??

cicianggitha said...

om-om labil ni.... hihihihi...

*nice mo.. ;)

MoMo said...

Hahaha.. *selepet cici*