18.3.11

Kisah Ibu Suntarsih

Mohon maaf kalau akhir-akhir ini topiknya rada-rada mellow. Ya mau gimana lagi, emang begini adanya...

Mungkin sebagian dari pembaca ini ada yang sudah mengetahui apa yang akan diceritakan pada artikel ini, karena saya pernah menceritakannya secara sekilas di Twitter maupun Facebook. Deee, sok eksis deh saya ini.

Baiklah.. begini ceritanya (pasang backsound ala KisMis)

Alkisah pada jaman dahulu kala, saat pertama kali menginjakkan kaki di divisi yang saya tinggali hampir setiap hari sekarang, saya diberikan sebuah project untuk membuat aplikasi kerjasama dengan sebuah institusi BUMN. Untuk orang yang Student Projectnya secara aplikasi dikerjakan oleh orang lain, tentu project ini cukup berat buat saya. Apalagi aplikasi ini saya kerjakan sendiri. Mulai dari request informasi, desain, dan koding.

Saat aplikasi sudah dibuat maka dilakukan Pilot Test, semacam ujicoba yang dilakukan secara real pada unit kerja. Secara kebetulan, cabang Pati menjadi cabang yang menjalani pilot test. Tidak tanggung-tanggung, dua kali pilot dilakukan pada cabang ini. Mau tidak mau, saya akhirnya mengenal sosok ibu Suntarsih. Beliau adalah petugas pelayanan yang menggunakan aplikasi saya.

Saat aplikasi sudah live, beberapa masalah pun muncul. Maklum aplikasi baru yang dikerjakan anak newbie (pembelaan diri). Bu Suntarsih pun kerap menelepon saya. Dengan perkataan khas Jawa yang santun dan bersahaja (rasis bener, ya saya), beliau dengan sabar menggunakan aplikasi dan melaporkan segala error yang kerap muncul. Tidak ada putus asa.



Saking seringnya kami berinteraksi, maka terciptalah hubungan emosional diantara kami. Pernah selang beberapa lama dia tak menelepon, maka saya pun menelepon beliau menanyakan kabar dan menanyakan apakah ada kesulitan dalam penggunaan aplikasi yang baru ini. Kadang kami bergosip tentang nasabah yang minta dilayani saat jam operasional tutup, atau tentang nasib-nasib pekerja di cabang.

Secara umum, jika saya ataupun teman-teman dari kantor pusat pergi ke cabang-cabang, kami diperlakukan bak tamu kebesaran (bajunya :p). Kadang kami tidak enak sendiri begitu diistimewakan. Saat kami berhadapan langsung dengan mereka, terkadang permasalahan yang dibahas bukan saja aplikasi yang saya pegang, akan tetapi menyangkut ke permasalahan SDM. Maklum, jenjang di kantor pusat dan cabang berbeda cukup besar.

Padahal jika dipikirkan lebih jauh lagi, mereka adalah ujung tombak dari institusi ini. Mereka yang langsung menghadapi nasabah. Pelayanan harus diberikan oleh teman-teman di unit kerja secara prima. Makanya jika ada telepon dari mereka, sebisa mungkin saya layani dengan baik. Kadang kalau mereka dirasa mengesalkan, saya coba ubah suara saya serendah mungkin. Saya tidak ingin terdengar arogan di telinga mereka. Meskipun kadang, saya merasa terganggu dengan telepon teman-teman unit kerja, khususnya saat saya terbaring sakit di rumah.

Sudah lama saya tidak mendengar suara dari bu Suntarsih. Sekilas saya pernah mendengar beliau terkena kanker, dan berusaha untuk mengikuti kemoterapi. Sedih sekali mendengarnya. Saya berpikir beliau dipindahkan agar beban kerjanya tidak terlalu berat lagi.

Hingga kemarin, saya mendapatkan telepon dari cabang Pati. Bukan, bukan ibu Suntarsih. Oleh karena itu, secara iseng saya tanyakan kabar beliau pada si penelepon.

"Wah, beliau sudah meninggal, Pak" dan kalimat itu bagaikan guntur di siang bolong.
Si penelepon menjelaskan bahwa beliau terkena tumor otak. Berita kedua semakin membuat saya berpikir, jangan-jangan pekerjaan ini yang membuat dia stress dan sakit seperti ini.

Tapi umur di tangan Tuhan. Maka selamat jalan Ibu Suntarsih. Betapa kami di kantor pusat sangat menghormati Ibu. Maafkan jika kami ada salah. Semoga Ibu nyaman di sana. Segala kenangan indah bersama Ibu akan selalu kami kenang di dalam sini. Bahwa di suatu hari, ada seorang pekerja keras nan baik hati, bernama Ibu Suntarsih.

[1] Picture's taken from tiarasakura.blogspot.com

1 comment:

aldi said...

"akanya jika ada telepon dari mereka, sebisa mungkin saya layani dengan baik"

like this Mo..
semoga si Ibu diterima dalam keadaan baik di sisi-Nya