15.1.11

Menulislah

Penulis adalah profesi paling misterius setelah ahli nujum - Mumu Aloha


Kamis lalu, gw berkesempatan ikut sebuah pelatihan mengenai Creative Writing yang digagas oleh teman-teman di Akademi Berbagi. Buat yang masih awam soal barang apaan itu Akademi Berbagi, institusi pendidikan ini (jika gw boleh bilang begitu), adalah kumpulan orang-orang yang kerap mengadakan pelatihan/seminar/kuliah umum/hal-hal sejenisnya, dengan pembicara orang yang ahli di bidangnya. Topiknya itu beragam mulai dari soal menulis, bisnis, fotografi, hingga investasi. Menariknya semua ilmu ini dibagikan secara grateiss. Sebuah kata favorit hampir setiap orang.



Pelatihan Creative Writing ini (untungnya) diadakan gak jauh dari kantor gw. Tepatnya di detik.com. Mungkin karena yang ngajar juga redaktur pelaksana dari DetikHot, mas Mumu Aloha. Pertama kali masuk detik.com, ga nyangka kalo kantor berita yang content-nya bejibun itu kantornya cukup mini. Kemudian, ketika ketemu Mas Mumu, ehm........

Selalu tambahkan gambaran suasana dalam tulisan - Mumu Aloha


Kalau melihat berita DetikHot yang akhir-akhir ini cukup kompleks, mungkin akan kaget ngeliat Mas Mumu. Menurut gw yang baru kenal, pembicara yang satu ini orangnya simpel banget, gak neko-neko. Mungkin tipikal orang Solo gitu kali yah? (tsssah). Doi memulai kelas ini dengan bercerita mengenai dirinya. Mengenai budaya membaca yang tumbuh dari pengaruh lingkungan. Dari hobi membaca tersebut, kemudian muncullah keinginan untuk menulis. Mas Mumu ini juga menyatakan bahwa yang penting dari menulis ini adalah jujur terhadap diri sendiri.

Ada beberapa tips yang dikasih secara cuma-cuma untuk orang-orang dalam kelas yang full itu. Berikut diantaranya:

  1. Semua materi tulisan itu setara, nulis ttg ikan cupang tak kalah seksi dg menulis ttg feminisme (gw dapet dari twitternya akademiberbagi, sebetulnya gw lupa dia pernah ngomong gini)

  2. Sekali2 bacalah puisi untuk mempertajam dan mempertegas kosa kata

  3. Beri akses visual dalam tulisan sehingga pembaca seolah merasakan sendiri
    peristiwa ybs

  4. Beri penafsiran pada fakta

  5. Deskripsi yang lebay kadang diperlukan



Dalam pelatihan tersebut diungkapkan pula bahwa mayoritas permasalahan orang dalam menulis adalah, bingung tujuan menulis sendiri itu apa, atau kurang percaya diri dan sibuk bertanya-tanya, apakah tulisan itu bisa diterima oleh pembaca. Oleh karena itu, inti 2 jam pembicaraan itu sebenernya adalah sering-sering menulislah. Bahkan, ketika kamu bingung mau nulis apa.. hihihihi. Masalah sunting-menyunting mungkin bisa dipikirkan belakangan, terlebih tulisan penerbitan yang memang punya editor sebagai orang yang bertugas menyunting tulisan. Pokoke sing penting, ya nulis aja dulu.

Ingin tahu lebih lanjut soal Akademi Berbagi, bisa tengok twitter mereka, atau blog mereka, atau gabung aja di groups Facebooknya.

[1] Gambar diambil dari twitternya Akademi Berbagi.

5 comments:

tiwi said...

Oh ternyata mumualoha itu sama dengan rumputeki dan dia adalah redaktur pelaksana dari DetikHot *baru tau*. Dulu gw suka nyasar ke multiplynya dan baca2. Di blognya seinget gw dia cukup terbuka soal preference-nya ya.

indigo wine said...

eh Bim, sekali2 cobalah edit tulisan gue.. payah ni.. lama tak menulis jadi tumpul..

cicianggitha said...

jadi mau share materinya kaan??

*siap-siap nagih ke meja momo*

MoMo said...

@tiwi: Oh ya? Preference yang kayak gimana wi? :D

@my: Menurut gw si tulisan lo enggak jelek my, gw masih jadi penggemar setia bloglo. *ngegombal*

@cici: Weheehhe, aku ga bikin catetan ci.. Ambil yang di sini aja.. :D

Adji Cynthia said...

bim, kasi contoh gimana cara nulis tentang ikan cupang yang seksi dong.. ikan cupang punya mulan jameela ya? :P