28.9.10

Menatap Punggung Muhammad

rindu kami padamu, ya Rasul
rindu tiada terperi
Bimbo


*curhat colongan* Membaca buku itu bagus untuk mengisi jiwa yang kosong. Dulu saat masih kuliah, di atas KRL menuju kampus banyak banget mahasiswa yang asyik serius baca buku. Dulu loh ya, kala smartphone masih gak exist. Apalagi BBMan, Facebook, Twitter-an. Belum lahir.

Menatap Punggung Muhammad, adalah novel karangan Fahd Djibran, yang sebelumnya berhasil memukau (seenggaknya buat gw lah) dengan Curhat Setannya. Kisahnya tentu saja bukan memeriksa apakah Rasul panuan atau pernah kerokan, tapi lebih pada kerinduan seseorang akan manusia paling berpengaruh di dunia versi Michael H. Hart itu.



Pada suatu hari, dia-yang-namanya-tak-pernah-tersebut itu bermimpi. Dalam mimpinya, dia didatangi oleh seseorang yang diyakininya sebagai Muhammad. Nabi terakhir umat muslim. Rasul Rahmatan Lil 'Alamin. Peristiwa tersebut sangat membekas dibenaknya. Bukan saja karena yang hadir tokoh kondang seantero jagad, tapi juga karena si dia-yang-namanya-tak-pernah-tersebut ini sebenarnya bukanlah pengikut Muhammad. Bukan juga penyembah Tuhannya Muhammad. Ya, dia non muslim yang saat itu hidup dalam keadaan tidak alim.

Buat gw, membaca novel ini rasanya kayak ditampar. Sebagai orang yang dalam satu hari lebih dari 10 kali baca shalawat (Insya Allah :p), lebih dari 5 kali baca syahadat, rasa kerinduan gw terhadap beliau rasanya hampir tidak ada. Tanggal lahirnya aja suka lupa. Apalagi meniru semua kebaikannya?


...dan Jibril yang sedih melihat itu menawarkan sesuatu pada Sang Nabi,"Bila kau mau, Kekasih Allah, aku bisa membalikkan bumi dan menimpakan gunung kepada mereka." ...
Menatap Punggung Muhammad

2 comments:

idla said...

ah Momo..

kamu bikin aldi berkaca2 karena mengingat Rasul SAW..
seringkali kita lupa akan Rasul SAW, padahal ketika beliau sakaratul maut yg diingat dan dikhawatirkan hanya ummatnya

Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii,ummatii, ummatiii? "

Allahumma Sholi'ala Muhammad..

MoMo said...

Semoga kita sesama umatnya bisa saling mengingatkan ya kang.. :)