4.7.10

Jakarta Love Riot : Cinta Itu Lucu

Aku tertawa melihat mentari pagi
Orang bertanya kenapa
Jawabku sederhana
karena aku jatuh cinta

Mereka bisa aja bilang kita gila
Banyak juga yang bilang kita bodoh
Aku tertawa lebih keras
karena aku jadi makin cinta

Ada yang bilang cinta itu indah
Monyet bilang cinta itu milik mereka
Mereka bilang cinta itu konyol
Tapi aku bilang cinta itu lucu


Puisi di atas dibuat oleh pemuda bernama Toto, si anak tukang Soto (berima hehehe), untuk diberikan pada Nala, gadis sosialita SES A Jakarta, saat hari ulang tahunnya. Kisah cinta ala romeo-juliet ibukota ini, tentunya mendapatkan halangan dari lingkungan di sekitarnya. Akibatnya kerusuhan di antara dua strata sosial tidak bisa dihindari.

Cerita tersebut merangkum drama musikal bertajuk "Jakarta Love Riot: Cinta Campur Citra Cuma Cari Cekcok" produksi EKI Dance Company yang menutup rangkaian Jakarta Aniversary Festival di Gedung Kesenian Jakarta. Kebetulan gw sempet nonton tadi siang. Kalo dipikir-pikir, drama musikal terakhir yang gw tonton live adalah Opera Hanoman di TMII saat gw SD. Makanya gw exciting banget nunggu event ini. Ketika pertama melihat judulnya, sudah ditebak sih bahwa drama ini akan berkisah soal kisah cinta beda status. Yang gw salah duga adalah 6 C di atas. Yha gw pikir tag itu tuh kasih tau kalo pemerannya adalah Cinta vs Citra.



Acara dimulai sekitar jam setengah dua. Memasuki GKJ, gw sempat terkagum-kagum sama arsitekturnya yang klasik, dan sofanya yang empuk. Rasanya kayak masuk ke gedung drama yang eksklusif *norak*. Sekitar 15 menit kemudian, acara dimulai dengan menyuguhkan video yang menggambarkan keadaan Jakarta, dari berbagai sudut pandang. Alurnya yang cepat, bikin jantung gw berdebar dan agak sakit mata :P.

Gw kagum sama pemain-pemainnya yang punya karakter yang kuat. Dari awal pembukaan, gw sudah disebalkan oleh 3 perempuan ABABIL* yang kalo ngomong enggak banget. Gerakannya tegas dan koordinasinya bagus. Dan di drama musikal ini, semua pemerannya benar-benar menari (ya iyalaah) dan menyanyi. Sebuah langkah bagus untuk tidak menggunakan metode lipsync. Walaupun gak bagus-bagus banget, tapi suara mereka juga gak jelek-jelek amat. Satu lagi yang jadi catetan gw, di drama ini gw liat penari cowoknya gak gemulai kayak penari di show-show televisi. Heheheh. Bravo.

Bintang yang bersinar siapa lagi kalo bukan Sarah Sechan yang memerankan Ibu Hudy, ibunda dari Nala. Dialog-dialognya itu sukses mengocok perut gw. Gw sampe menduga script buat dia jangan-jangan dia sendiri yang buat.

Bagian yang lucu adalah dialog antara dia dengan Adi, yang diperankan Bayu Oktara. Kalo gak salah dialognya gini (walau ga persis-persis amat)


Ibu Hudy : Tolong paket bajunya diantar ke KD. Dia mau pake buat shownya besok.
Adi : Loh bukannya sudah diantar?
Ibu Hudy: Kemana?
Adi : Ke Syahrini..
Ibu Hudy: Aduuh, saya kan bilang diantar ke istrinya Anang. Istrinya Anang kan Krisdayanti.
Adi : Kan sudah cerai bu. Jadi bukan istrinya Anang lagi.
Ibu Hudy: Tapi waktu pesen ke saya kan belum cerai.


atau dialognya sama Nala


Ibu Hudy: Namanya aja Toto... kayak nama wastafel.


Di akhir pertunjukkan, tidak usah menunggu sampai habis credit titlenya, karena tentu saja tidak ada credit title. Justru, penonton segera beranjak keluar, karena di luar sana ada Soto gratis yang sudah diracik sama tukangnya.

Gw jadi gak sabar menunggu event-event EKI selanjutnya. Secara keseluruhan, Jakarta Love Riot sukses menebarkan cinta dengan cara baru. Cinta itu Lucu.

[1][2] Pictures are taken from EKI's Facebook

5 comments:

mahli said...

aduh ngakak gw mo ama tu lelucon wastafel.

Adji Cynthia said...

masi mending wastafel.. gue mau bilang toilet.. wakakakakakak..

Adji Cynthia said...

link ababil lo itu mooooo.. ngakak gueee :))

MoMo said...

@mahli&adji: hiyaa sama gw gak bisa berenti cekikikan..

gelda said...

wahh.. nonton juga ya?

akhirnya menemukan teman sesama blogger yg juga suka ntn musikal.

Yayy!

salam kenal. namaku gelda.

visit my blog and link it if u don't mind.

www.cheerfulgelda.wordpress.com

nice to meet u..