30.5.10

Wisata Istana Kepresidenan

Weekend yang panjang ini, digunakan oleh banyak orang untuk melepaskan penat dari rutinitas pekerjaan. Banyak cara yang bisa dilakukan, mulai dari bertemu sanak family di kampung, belanja belenji, atau berkunjung ke tempat wisata. Dalam rangka menyukseskan weekend tanpa mall, seorang cicih-cicih Surabaya mengajak gw dan beberapa teman untuk berwisata ke tempat yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Istana Presiden. Mungkin mbak saya yang satu itu, kangen pengen sekedar cipika-cipiki dan chit chat dengan Pak Presiden soal topik-topik ringan, penggantian Dewan Gubernur BI contohnya :P.

So, pada hari Minggu nan cerah ini, akhirnya 5 orang berangkat dari kantor menuju ke Istana Merdeka. Setelah agak muter karena program Car Free Day dan kebingungan cari pintu masuknya (maklum Istana gede banget, banyak centengnya pulak), akhirnya kita sampe ke Sekretariat Negara yang merupakan tempat pendaftaran wisata Istana. Oh ya, buat yang mau ke sana, pintunya ada di Jl Majapahit. Kalo dari Sudirman, luruuuus ke arah Harmoni. Sebelum Harmoni, ada percabangan, ambil yang kanan.

Untuk mengikuti wisata ini sebenernya syaratnya gak sulit. Lebih baik sih telepon ke Sekretariat Negara untuk menanyakan apakah pada hari H di Istana sedang ada acara kepresidenan. Daripada udah capek ke sana, terus disuruh pulang hehehehehe. Selain itu, pengunjung harus mengenakan pakaian rapi (bukan kaos oblong), celana non jeans, dan alas kaki tertutup a.k.a sepokat. Jangan lupa bawa kartu identitas untuk pendaftaran.

Ketika sampai, ternyata udah banyak rombongan yang dateng. Dari cuap-cuap yang nyamper di kuping ada yang dari Wonobo, Cilacap, Sukoharjo, dan Cipinang. Beberapa dari mereka ada loh yang udah stay tuned dari jam 7 pagi. Setelah menyerahkan kartu identitas, maka kita diberikan nomor rombongan. rombongan banyak-banyak. Beruntungnya kita, karena jumlah rombongan yang cuman 5 orang kita didahulukan.. qiqiqiqii.. Mungkin bisa jadi tips berikutnya, kalo ke sana jangan bawa banyak personil.

Wait wait wait... sebelum lanjut, udah tau belum kalo sepatu gw sebelah kanan alasnya copot? Akhirnya gw taliin pake tali sepatu. Next!!

Rombongan yang berhak untuk masuk akan diangkut oleh satpol PP bus menuju ke auditorium Sekretariat Negara. Sebenernya menurut gw gak guna, wong tuh tempatnya gak jauh-jauh amat. Di auditorium rombongan akan diajak nonton sejarah singkat mengenai Istana Kepresidenan, wabil khusus Istana Kepresidenan Jakarta. Sebenernya di Indonesia ini ada 5 istana: Jakarta, Bogor, Cipanas, Yogyakarta, dan Tampaksiring. Sementara di Jakarta, ada dua istana yaitu Istana Merdeka untuk kerja dan Istana Negara untuk kediaman presiden.

Usai nonton, rombongan mulai jalan-jalan dalam komplek yang konon kata mbak-mbak pemandunya seluas 6,8 hektar. Sebelum masuk, rombongan akan mengalami pemeriksaan kembali. Gw heran, kenapa setiap orang berebut untuk buru-buru masuk? Wong mbaknya juga gak akan ninggalin. Kalo kayak gitu, suka ada yang salah gandeng. Kayak temen gw, dengan baiknya menggandeng ibu-ibu tak dikenalnya untuk buru-buru masuk. Untung semuhrim, bayangkan jika yang digandeng bapak-bapak berkumis paruh baya yang sedang puber kedua? Tentunya si bapak akan tersenyum tersipu bahagia.

Pertama kali, rombongan dibawa ke halaman depan. Di halaman yang digunakan untuk upacara 17 Agustus-an itu, terdapat tiang bendera sepanjang 17 meter dan kolam air mancur dengan 8 pancur utama dan 45 pancur yang mengelilingi pancuran utama. Di depannya terdapat 16 tingkat anak tangga. Anak tangga ini yang sering dinaiki oleh mbak-mbak paskibraka pembawa bendera. Selain itu tangga ini digunakan untuk menerima para kepala negara yang "namu" ke istana Merdeka. Pose poto bersama para menteri juga dilakukan di tangga ini. Multifungsilah tangga ini. Kami pun berkesempatan untuk mengabadikan poto kami disini. Untuk foto yang dicetak akan dikenakan biaya sebesar 10 ribu rupiah. Tadinya kami ingin menggunakan Nitia's pose (apa itu? akan dijelaskan di lain hari). Tapi kok ya rasanya ga enak. Akhirnya kami menggunakan gaya formal saja.



Menaiki tangga, kami pun masuk ke ruang pertama dari Istana Merdeka. Namanya ruang Credential, tempat presiden menerima surat dari duta besar. Ruangan ini cukup bersejarah karena di ruangan ini Pesiden kedua kita membacakan surat resignnya. Setelah itu, kita masuk ke ruang Resepsi. Sesuai namanya, ruangan ini digunakan buat resepsi kenegaraan. Kayak yang dilakukan tiap ultah RI. Nah antara ruang Credential dan ruang Resepsi ada ruang Jepara. Ruangan ini digunakan buat presiden untuk berbincang-bincang secara private dengan kepala negara atau duta besar negara lain. Mungkin dia pernah bilang ke utusan Timor Leste, apakah mau balikan sama Indonesia (ciieeeh kayak pacaran aja.. hehehhe). Di seberang dari Ruang Jepara ada lagi ruangan yang digunakan buat istri Presiden untuk menerima istri kepala negara atau istri Duta Besar. Nah yang bikin gw bertanya-tanya, waktu bu Megawati jadi presiden, si Taufik Kiemasnya apa yha chit chat sama istri kepala negara lain?

Dari ruang resepsi, kita keluar menuju kebon belakang yang sering digunakan presiden buat melepas atlet-atlet ke ajang-ajang Internasional. Di lapangan itu ada miniatur lapangan golf, yang digunakan oleh si bapak kalo lagi kangen golf golfan. Di Sebelah kanan lapangan, ada gedung yang namanya Bina Graha. Gedung ini digunakan oleh Presiden yang sekarang sebagai kantornya. Nah di ujung lapangan, kita akan dihadapkan dengan Istana Negara. Sayangnya, rombongan tidak bisa masuk ke sana. Mungkin menantu presiden lagi berenang di sana. Takut rombongan ikutan berenang hehehee..

Di seberang Bina Graha, ada wisma Negara. Dulu Wisma Negara ini digunakan sebagai tempat menginap kepala-kepala negara lain, karena dulu belum ada hotel-hotel yang OK. Sekarang digunakan buat apa ya??? Erhmm.. tadi gak kedengaran, kalo ga salah ada yang digunakan sebagai sekretariat SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu). Lepas dari Wisma Negara kita sampai ke samping Istana Merdeka, tempat para paskibraka biasanya mempersiapkan diri sebelum tampil. Dan that's it. Rombongan diboyong ke pintu keluar dan diberikan aqua satu gelas sebelum diangkut bus ke tempat awal.

Overall, acaranya menarik meski cuman sebentar. Lumayanlah wong gratis. Cuman bayar 10 ribu aja buat foto. Wisata Istana ini bisa jadi pilihan kamu buat berlibur.

Hal-hal lain yang ditemui selama wisata Istana Kepresidenan.
1. Menurut mbak-mbaknya, selama berwisata dilarang untuk mengambil gambar menggunakan kamera pribadi, termasuk kamera handphone.
2. Rombongan tidak boleh menginjak rumput dan menginjak karpet. Bahkan memakan rumput dan memakan karpet pun dilarang.
3. Rombongan pun tidak boleh memegang benda seni yang ada dalam Istana. Apalagi memegang mbak-mbak pemandunya..... tanpa izin.
4. Nama Istana Merdeka diberikan oleh Bung Karno karena terinspirasi dari kumpulan massa yang meneriakkan "Merdeka!! Merdeka!!" Bayangkan jika yang di depan Istana adalah kenek yang teriak "Banteng!! Banteng!! (lapangan banteng.red)", mungkin namanya jadi Istana Banteng.
5. Yang bikin rombongan ternganga adalah kenyataan bahwa semua yang terlihat luas di televisi itu ternyata tidak luas-luas amat.
6. Bung Karno baru bisa menempati Istana ini setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada tahun 1949.
7. Banyak foto perjalanan Pak SBY di Istana Merdeka. Tapi jarang loh yang perjalanan Pak Boediono. Narsis ya Pak SBY.
8. Di kebun belakang Istana Merdeka, ada kebun kaktus yang merupakan hadiah dari Ratu Monako, mantan aktris kondang Hollywood, mbah Grace Kelly.
9. Dulu ada burung yang unik, karena dia akan berbunyi jika si Presiden akan tiba di Istana. Burung itu dipelihara pada masa kepemimpinan Pak Harto. Keren ya, burungnya Pak Harto.
10. The worst of all, sepatu kiri gw juga ikut lepas alasnya, sehingga membuat gw harus berjalan terseret. Seperti pengemis pincang di lampu merah. :P

5 comments:

vidyanita said...

bwahahaha....
lucu banget sih mo...

thanks dah bikin siang gw jadi ga ngantuk....tadinya dah kiyip2 ni mata

Ramot said...

Bagaimana kalau mengecat rumput dan mengecat karpet? Boleh yaaaaaa

dikey said...

hihihihi.. bener tuh.. ternyata ga luas2 banget kok istana itu...

MoMo said...

@vidya: makasi :D
@ramot: err.. silakan kalo ga mau digeret paspampres ke grogol.. :D
@dkey: heheheh sering dong keluar masuk istana...

ray0fsunshine said...

=)) baru membaca dengan seksama tulisan ini, akakak, btw yg salah gandeng ituh sapa sih? hahahah