28.5.09

Takeover: new episode



Sekembalinya keluarga dari Solo, usai pemilu legislatif lalu, bokap resmi masuk rumah sakit. Koq resmi? Ya karena kejadian ini sebenernya udah gw prediksi, dari tanda-tanda fisik yang muncul. Perut bokap membesar, berisi air, mengingatkan gw pada sinetron (yang katanya-) religi, dimana si kaya sekarat dengan perut nyaris meledak dan berisi uget-uget. UGH! Terlalu banyak nonton TV tampaknya.. -_-!

Dan selama 11 hari berikutnya, rutinitas hidup berubah dengan latar belakang kamar rumah sakit no 404. Kali ini baru gw bisa kaget, karena ternyata penyakit bokap bukanlah pernyakit biasaaaaaa.. jika dia yang memilikii [afgan mode off]. Baru kali itu gw dihadapkan pada kenyataan bahwa sebotol cairan bernama albumin itu DAHSYAT banget harganya.. Gw jadi inget gosap-gosip mbak-mbak komplek, termasuk mbak gw, ketika mengggunjingkan keadaan ibu x, dimana sang putra harus dirawat dengan obat yang sebijinya 1 juta (lucu, bersimpati dengan bergunjing). Dan tarra, sekarang cerita itu datang ke kehidupan keluarga gw. Ternyata sakit itu muahaall, dan bisa membuatmu bernapas tertahan..

Fyuuh.. Mau ga mau, suka ga suka, pait ga pait, otak gw langsung membuat sebuah konklusi secara otomatis. Bahwa perjalanan hidup bokap, dan juga nyokap, sedikit lagi mencapai titik akhirnya, akhir tugasnya. Dan gw, sebagai anak laki satu-satunya, anak pertama dari kakak-adik yang hanya terdiri dari 2 orang, harus siap untuk segala kemungkinan yang nanti akan dialami, tanpa bantuan orang tua, tanpa harus nggondelin lagi. Mungkin disinilah titik pendewasaan seseorang, ketika ia harus bisa bertanggung jawab untuk dirinya dan juga menjadi sandaran orang lain. Setiap orang, ga cuman gw, pasti akan mengalami masa seperti ini. Kalau yang lain bisa ngelewatin, masa si gw ga bisa...

Dan setelah 2 minggu bokap di rumah, beliau harus kembali di rawat karena dehidrasi. Badannya tinggal tulang berbalut kulit. Dan selama 4 hari rutinitas itu kembali lagi. Darn! Tapi seperti yang gw bilang, gw harus menikmati ini sebuah proses yang memang harus dilewati. Bahkan jika semuanya berjalan sesuai dengan rencana gw, 40 tahun lagi gw akan ada di ranjang itu.

Ehem, bicara soal ranjang.. :D (sebenernya ga ada hubungannya sih). Gw bersyukur sekali melihat nyokap yang sabar menghadapi semuanya. Sebenernya ga disangka aja, mengingat dia orang yang paling terisak ketika dia sendiri terbaring di rumah sakit.. Alhamdulillah gw juga dia sudah punya anak yang dewasa, yang bisa diajak diskusi, dan bisa disuruh nyupir saat dia lelah (meski sering banget nyium bemper mobil orang xiixixix). Semuanya itu membuat keinginan gw untuk mementingkan karir di atas jodoh, harus gw pikir ulang :P. At least, gw butuh seseorang yang bisa nemenin gw melewati hari tua, dan memahami semua ke-childish-an gw ketika tua nanti. Ini sebenernya nyari istri, suster, atau baby-sitter? :P

"Cepet sembuh ya, Pak. Aku tau bapak capek. Kita juga capek. Yang semangat, ya."

[1] Photo's taken from err.. somewhere... I forget :p.

5 comments:

cardepus said...

Mooo,

Mudah2an ayahmu lekas sembuh dan sehat selalu. Ibumu juga yah, sehat selalu dan diberikan kesabaran.

Dan kamu serta adikmu harus jaga kesehatan (loh...kok jadi kasih nasihat gini :P)

Btw...rumah sakit itu muaaaahaaalllnya edan edanan, udah coba pengobatan alternatif?

th1rt33nth_w4rr10r said...

tabah ya, mo.. smoga bokap cepet sembuh.. nyokap sehat2 aja.. loe jg jaga kesehatan.. klo prlu cek darah buat antisipasi.. ikut asuransi jg skalian, biar klo suatu hari (amit2) knapa2, gak trlalu membebani keluarga dari segi keuangan.. :)

utaminingtyazzzz said...

Bimoooo....
salut sama kamu. semoga Ayah diberi kesehatan n keluarga diberi kesabaran ya.

joolean said...

go go go go momo, teruskan perjuanganmu mencari wanita idaman *lho*

apapun yang terjadi, semoga Allah memberikan yang terbaik buat elo, bokap elo, dan keluarga elo.

my said...

bimoo.. incase ada apa2, bener kata alex, mending ikut asuransi ato tabungan rencana2 gtuh biar kalo dah tua ngga ngeberatin anak cucu =P

ayo, bimo.. berjuang.. semangatt!