7.5.09

24

Sebenernya gw pengen nulis artikel "Sensinya menjadi Panitia", tapi later lah..

Sering nonton TV?
Punya TV?
Tau apa yang namanya TV kan :p?

Bagi orang yang hobbynya kongkow di depan TV, mungkin pernah melihat sebuah iklan misterius yang berisi testimoni orang-orang mengenai apa itu "Pria". Sebagian besar orang melihat Pria sebagai bentuk kematangan dari "Laki-Laki". Jin di baghdad sana dalam perenungannya pernah menulis demikian,


what makes a boy, a man?
other than responsibilities, none.
a man is a boy who has responsibilities.
responsibility to tackle and endure what’s in front of him.
in my case, responsibility to heal wounds, mine and others.




Di setiap hari jadinya, biasanya gw memikirkan apa yang telah gw lakukan selama setahun kemarin. Tapi saat menapaki umur yang menjelang seperempat abad ini gw berpikir tentang masa depan. Berpikir tentang apakah gw sudah bisa dianggap sebagai seorang Pria. Seorang lelaki sejati. Walau gw juga kagak ngarti dah apa parameter penilaian bahwa seorang Laki-Laki telah "diupgrade" menjadi Pria.

Parameternya gw sederhanakan saja. Mampukah gw menggantikan bokap gw ketika tiba saatnya? Beberapa waktu lalu, bokap sempat sakit keras. Meskipun Dokter ga ketok palu prediksi umur (ada juga gw yang ngetok, amit-amiit), tapi melihat kondisinya gw yakin bahwa sudah saatnya gw mengambil alih beban kepala keluarga yang ada di pundaknya.

Hei hei, wait wait jangan dipikir yang sedih-sedih. Semuanya memang ada waktunya. Tapi bener logh. Baru setengahnya gw tau bahwa ribet juga mengatur keuangan rumah tangga. Ingin rasanya gw mengutuk rekening listrik, PAM, telepon, dan internet yang dengan sukacitanya berbondong-bondong datang di tanggal satu, sementara dari tanggal 25 kami sudah kalap menghabiskan uang gajih untuk buku, makan, baju, menicure, pedicure, pedigree.. (eh itu makanan kucing yak :P). Untung saja nyokap masih bersedia menggelontorkan uang belanja harian dan bulanan.

Maka dari itu, jika ditanya apa hadiah yang gw inginkan sekarang adalah waktu yang lebih banyak untuk keluarga. Terutama untuk kedua orang tua. Mungkin itu sebabnya gw males kalo diajak jalan. Biarin dah, dikatain anak Mami juga kagak papa. Ikhlas. Tapi kan kagak setiap diajak jalan gw nolak. Kalo ada yang ngajak kerokan, gw sahut aje.. hehehhee.. Emang lagi pengen menyonyo kayaknya.

Terima kasih buat teman-teman yang telah mengucapkan bait bait doa pada gw :D. Gw ga bisa berbuat banyak, selain melemparkan senyum termanis gw (dahsyatnya!), dan berharap agar Tuhan membalas perbuatan manis kalian. Masalah notifikasi ulang tahun ini tidak muncul di facebook, yha memang sengaja :P. Karena gw juga ga pengen heboh-heboh amat. Tapi karena ada 'oknum' yang ga mau diajak kongkalikong untuk mematikan notifikasi di sebuah milis.. yha akhirnya bocor juga.



Photo's taken from:
[1] hulu.com

2 comments:

joolean said...

begitulah mo.. sama kek gue di sini. bayar duit apartemen, listrik, aer, internet, bensin & asuransi mobil, belanja mingguan, student loan.. lotsa bills to pay -__-'

tapi sudahlah, dinikmati saja..

MoMo said...

yup.. dinikmati aja