Chicken Pox

Pada zaman dahulu kala, saat seorang anak terkena cacar air, sang Ibu akan menanamkan ajaran bahwa penyakit ini adalah penyakit eksklusif. Orang yang sudah terkena sakit bintil bintil ini seperti telur bebek yang mendapatkan capnya. Certified. Dijamin tidak akan kembali mengalaminya.

Tapi entah kenapa, akhir-akhir ini justru gw sering banget denger bahwa orang-orang yang gw kenal kena sakit cacar. Padahal mereka udzurnya gak ketulungan. Apa tuh virus udah sedemikian canggihnya, sehingga orang yang dulu udah 'di-cap', dapat pula terserang penyakit yang sering sukses berat mengukir tanda-tanda yang tak bisa hilang di wajah. Padahal, belum terdengar kabar ada patch baru yang musti diunduh (a.k.a imunisasi).

Permasalahannya adalah, salah satu orang yang lagi kena cacar adalah kakak sepupu gw. Dimana pada tanggal 31 nanti rumahnya akan dijadikan markas peringatan malam tahun baru. Semua orang khawatir tertular, terlebih adik sepupu gw yang akan membawa bayinya yang masih imut-imut. Yang amit-amit aja takut.. gimana juga yang imut-imut??

By MoMo with No comments

Aku memilih dia bukan karena kucinta padanya.
Aku memilih dia hanya karena kurasa bahagia
Rasa bahagia yang tak pernah kuterima
Tak patut kuterima

Sejak ku khianatiMu, dunia seolah akan runtuh.
Tiap ku menatapMu, aku mencoba tuk melupakannya.
Yang telah membawaku ke nikmat yang salah.
Ku ingin tinggalkannya

Ku tau tak adil untukMu, bahkan ingin ku tak lagi bersamanya
Engkau yang selama ini mencintaiku, dengan tulus dan sepenuh hatiMu
Ku tau ini dosaku yang tak pantas mendapatkan ampunaMu
Meski harus mengemis bersimpuh menyembah
Ku malu bertobat yang kesekian

Dengan meninggalkannya, kupinta Kau untuk memelukku
Menjaga hatiku agar tak berpaling dariMu


tulisan ini terinspirasi dari sebuah lagu




[1]Sumber foto

By MoMo with No comments

....... beserta suami.



Ga usah dibaca. Pemikiran ini terbersit ketika gw tadi nonton TV. Acaranya menampilkan tokoh Khofifah Indar Parawansa yang emang lagi hits di jagad perpolitikan tanah air. Bedanya tadi dia didampingi oleh Bapak Indar Parawansa yang, tentu saja, adalah suaminya. Hehehehe baru ngeh aja ooo ternyata ini toh tampang suaminya.

Misalkan seorang pejabat pria maju ke depan pentas, banyak orang yang menyimpan keingintahuan, seperti apa istri yang mendampingi mereka dalam keseharian. Tapi ketika tokoh itu seorang wanita, hampir tidak ada yang mempertanyakan seperti apa ya suaminya.

Terus gw keingetan sama tokoh-tokoh wanita di Indonesia. Sri Mulyani, Miranda Goeltom, atau Marie Elka Pangestu. Gimana yha rasanya jadi suaminya. Melihat istrinya yang punya peranan penting dalam negara. Sebagai pria, dimana yha mereka menempatkan rasa gengsinya?

Gw juga penasaran... pernahkah mereka ikut mendampingi sang istri di acara kantor. Misalkan ada acara halal bihalal di departemen.. "Kepada Ibu Menteri beserta suami..". Bahkan gw juga kepikiran, sebenernya mereka udah kawin belum yah? Abis si Bapak ga pernah kelihatan..

Gimana yha kehidupan rumah tangga mereka? Si mantan menteri X aja akhirnya cerai, walau ga tau juga si penyebabnya...

Apa yang mereka bincangkan ketika di tempat tidur?
Gimana mereka membicarakan keuangan rumah tangga?

Bukan ingin membicarakan isu gender. Tapi hanya penasaran..

By MoMo with 3 comments
  • Popular
  • Categories
  • Archives