19.7.08

Perjumpaan Terakhir

Ia datang lagi, seperti jadwal-jadwal sebelumnya. Tapi, kali ini terasa berbeda. Tatapannya kosong dan hanya anggukan kepala yang menyapaku. Tidak seperti kali pertama ia mengunjungiku, sangat sopan dan ramah.

Ia terdiam begitu lama. Aku pun demikian, berusaha mencoba menguntai kata-kata agar dapat mengisi jiwanya yang kosong.

"Bagaimana kabarnya?", aku mencoba membuka percakapan.
"...", ia tidak berkata sepatah katapun. Hanya senyumnya yang tersungging masam, tanda kesopanannya terhadapku.

Aku membalasnya dengan senyuman. Rasanya hanya itu hal yang terbaik daripada ribuan kata-kata penyemangat hidup.
"Bisa kita mulai sekarang?", tanyaku dengan nada rendah.
"Dok," ia tersenyum kembali. "Buat apa saya sehat kalau saya harus mati?"

Senyumku memudar dibalik pertanyaan yang tak pernah bisa kujawab. Kuperintahkan saja ia membuka bajunya dan menjalani proses-proses rutin yang biasa ku lakukan padanya.

"Selesai," aku tersenyum lagi. Ia pun menyalamiku dan kemudian memberikan senyuman lebarnya, seolah-olah menggunakan sisa-sisa kekuatan yang ada padanya.

"Terima kasih, Dok" ujarnya, dan berlalu.

Aku mengisi dokumen-dokumen yang dibutuhkannya. Suara seretan langkah kakinya menjadi pengiring akhir perjumpaan kami. Untuk hari itu. Untuk selamanya.

Ari Armadianto - Sidoarjo, Dokter Rutan Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur, dr. Saiful memeriksa kesehatan kedua terpidana mati Sumiasih dan Sugeng, Jumat (18/7) sore ini untuk terakhir kalinya sebelum eksekusi mati dilaksanakan.

Pemeriksaan kesehatan terhadap Sumiasih dan Sugeng dilakukan agar kondisi keduanya tetap terjaga.

Kepada ELSHINTA, dr. Saiful mengatakan, kedua terpidana mati tersebut hingga kini dalam kondisi sehat baik secara fisik maupun kejiwaan. Namun, untuk meyakinkan agar keduanya benar-benar sehat, pihaknya akan melakukan pemeriksaan ulang sebagai rekomendasi yang akan diberikan kepada Dokter Kejaksaan Negeri Surabaya. Tapi dr. Saiful enggan menjelaskan perawatan dalam bentuk apa yang akan dilakukannya kepada Sumiasih dan Sugeng.

dr. Saiful menambahkan, selama dipindahkan ke Rutan Medaeng, kedua terpidana mati tersebut tidak mengalami keluhan apapun.

Informasi yang berhasil dihimpun, pelaksanaan eksekusi terhadap Sumiasih dan Sugeng akan dilakukan sekitar pukul 22.00 WIB malam nanti. (der)

No comments: