8.7.08

Kesempatan Kedua

Andai saja aku masih punya kesempatan kedua.... (Tangga-Kesempatan Kedua)

Seandainya setiap orang punya kesempatan kedua, mungkin ga ada yah yang namanya "berpikir sebelum bertindak". Dulu, ketika gw masih duduk di bangku SD, gw ikut sanggar tari tradisional. Setelah sekian lama diisi oleh tiga orang penari pria, tarra.. kami kedatangan bala bantuan untuk menghadapi keganasan belasan penari perempuan (kesannya mau diapain aja hehehehe). Satu orang pria, yang njawani, sangat santun, dan mungkin diidamkan oleh para mertua dimanapun ia berada. Ketika sanggar bubar, gw ketemu dia lagi di sebuah lomba paduan suara. Dengan sopan dan akrabnya, dia menyapa gw seolah teman yang telah lama tak bersua.

Kami bertemu lagi setelah gw masuk ke SMU. Tidak disangka, dia ternyata kakak kelas gw. Jaman dulu mah ga kepikiran tuaan siapa. Tapi kehangatan teman lama itu pun telah mendingin karena tali silaturahim yang memang tidak pernah "dihangatkan". Gw ga pernah sapa dia, dan begitu juga dia. Mungkin yha sama-sama ga enak kalo tau kita pernah les nari bareng. Laki-laki kursus menari, "apa kata dunia??" wehehehehe.

Beberapa minggu lalu, Win Prakoso, sahabat lama itu telah mendahului gw menghadapNya. Hehehehe. Fotonya yang mengenakan pakaian Minakjinggo masih terbayang di kepala. Nyeseeeel banget, kenapa dulu ga pernah keep in contact. Keengganan gw untuk menyapa yang kadang-kadang menimbulkan perasaan ga enak di diri gw. Sepertinya bukan ini saja gw pernah memutuskan tali silaturahim. Meski demikian gw semakin sadar bahwa gw mungkin saja tidak akan dihadapkan pada kesempatan yang kedua. Jadi, gunakan kesempatan pertamamu sebaik-baiknya.

Sebenernya bukan itu sih yang mau dicontohin, tapi masih satu topik yha ndak papa lah.... :D

2 comments:

adhidaz said...

ya ampun mo... gw baru engeh sekarang yg mana win itu setelah liat link profile yg loe kasih..

baru sekarang syoknya...

semoga arwah almarhum bahagia di sisi Allah dan keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan..

he's a very nice guy..

herry setyono said...

setiap orang pernah berbuat khilaf, namun yang terpenting adalah tindak lanjutnya:

apakah msh tidak sadar, dan terus berbuat khilaf (kamu bkn salah satunya)

ato dapat mengambil pelajaran, dan tidak akan mengulangi kekhilafan tsb (kamu adl salah satunya)