19.1.07

Postingan Malam

Pukul 23:33. Dan gw masih terduduk di sini. Di ruang 3218 Fasilkom UI. Hmm.. rasanya pernah mendengar pembuka seperti ini? Yap, masih berkaitan dengan hal yang sama yang gw posting beberapa waktu lalu. IR, IR, dan IR. Tapi kali ini, bukan Sabtu pagi ceria seperti biasanya. Karena hari ini gw langsung meluncur dari kantor menuju kampus dan akhirnya terhempas dan bermalam di ruang ini. Ruang yang pernah menjadi saksi bisu kisah hidup gw sebagai anak kos yang nginep di kampus. Hihihiiihi... :D

Mm.. mau ngomong apa yah? Oh iya, kemaren malem gw nonton sebuah talk show di O-Channel. Talk show itu mengundang seorang pendongeng dan membahas fenomena dongeng saat ini di tengah gencarnya media. Tapi bukan itu yang mau gw bahas. Yang ingin gw bicarakan adalah salah satu sesi di talk show itu.

Jadi begini ceritanya. Sang pendongeng itu sudah cukup tenar. Ia acap kali menghibur anak-anak dengan kemampuannya menuturkan sebuah cerita. Akan tetapi ditengah kebiasaannya yang dikelilingi oleh anak-anak itu, ada suatu fakta bahwa ternyata dia sendiri suliiit sekali punya keturunan. Pada suatu masa, dia pernah gencar-gencarnya konsultasi, terapi, tes sana-sini. Tapi nihil. Ia merasa marah sekali kepada sang dokter, karena ia merasa bahwa di atas kertas, seharusnya ia bisa mendapatkan keturunan. Sang Dokter menjawab, seluruh kemampuan ginekologi sudah ia kuasai. Tapi ada satu hal yang tak pernah diajarkan kepadanya: bagaimana meniupkan sebuah ruh ke sebuah janin.

Ia terhenyak. Mulai saat itu ia merasa bahwa anak adalah keajaiban. Ia kagum dengan seorang Ibu yang membawa dua-tiga anaknya, karena ibu itu memiliki dua-tiga keajaiban. Ia kaguuum sekali dengan seorang guru. Karena dia memiliki 40 'keajaiban' dalam kelasnya. Ia juga merasa Tuhan berbicara padanya, "Aku tidak memberimu satu, dua, tiga. Aku memberimu ratusan anak-anak. Ratusan keajaiban". Lantas ia kemudian memutuskan untuk total mendalami dunia dongeng-mendongeng itu.

Sebuah inspirasi buat gw yang sepertinya harus gw bagi ke yang lain, bahwa Tuhan bisa saja memberikan kebahagiaan kepada kita melalui cara yang tidak kita sadari. Contoh nyatanya adalah tadi sore, ketika gw hendak ke kampus. Perasaan gw bete, marah, pengen nangis. Gw nunggu bis Rawamangun-Depok yang lamanya amit-amit. Udah gitu, di dalem bis itu rasanya kayak elo naek kereta ekonomi Jakarta-Bogor sore hari. Ditambah dengan maceet.. (masih mending kalo kereta ga kena macet). Sampe gang Damai badan gw dah lemes dan keringetan. Gw capek karena musti buru-buru berjalan. Khawatir kalo Syntia dan Tommy sudah pulang. Dan semua keletihan itu hilang seketika ketika gw melihat mereka masih berada di sana. Meskipun mungkin bukan menunggu gw, tapi rasanya seneng aja. Terima Kasih yaah.. Sekarang, gw bahagia di sini, karena gw bisa browsing, ngeblog, update Dodo (sekalian promosi hihihi ;))) dan lain-lain, yang ga bisa gw lakukan di kantor (karena internet yang terkutuk :P).

Contoh lain, meskipun gw rada kompleks dalam urusan cinta, tapi gw masih merasakan cinta dari sahabat-sahabat gw. Hihihihihihihi BISA-BISANYA GW NGOMONG KAYAK GINI..(ngaca-ngaca.. hehehe)

Kadang kita merasa menjadi manusia paling sengsara di dunia karena satu hal. Padahal, mampu menghirup udara segar, dan diberikan kesempatan untuk menjadi lebih baik satu hari lagi, di setiap pagi, adalah salah satu contoh kenikmatan tersendiri.

Jadi, jangan terlalu sedih, karena Tuhan bisa saja memberikan kebahagiaan dari sebuah mata air yang tersembunyi, dari tempat yang tidak kita sadari.

Jangan sedih lagi yaah.. :D

gambar dari sini

5 comments:

pomponette said...

ngena banget bim :)

thanks!

Tempe Goreng said...

i love you bim....huahahaha :)

terbukti kan... :p

MoMo said...

pomponette:

hehehehe.. kamu kalo sedih cerita dong ke ayah.. ^^

tempe_goreng:

aiihh.. jadi malu :">

huahahahahah

Desperate Houseboy said...

Gak ada shoutbox? --;

MoMo said...

Desperate Houseboy:

Nope. Shout disini aja droo. ^^