16.8.05

Besok

Besok tanggal 17 Agustus 2005,

Indonesia, negeri yang sekarang gw tinggalin.
Negeri tempat gw dilahirkan dan dibesarkan....
Berumur 60 tahun. Sebuah umur yang sangat matang bagi sebuah negara.

Di sana tempat lahir beta, dibuai dibesarkan bunda....

Tapi kenapa... ??
Tapi kenapa... ??

Tempe. Makanan yang anak-anak, remaja, hingga dewasa mengetahuinya. Makanan yang biasa dibanggakan oleh kami. Sekarang bukan milik kami lagi. Makanan tersebut sudah dipatenkan oleh Jepang dan Amerika.

Batik. Pakaian yang se Indonesia Raya tau itu adalah ciri khas negeri gw. Yang pernah dibanggakan dihadapan pemimpin dunia saat konferensi APEC di Bogor beberapa waktu silam, kini sudah dipatenkan oleh negara tetangga Malaysia.

Masihkah gw sanggup menegakkan badan ???
Berkata...
Saya Bangga Menjadi Bangsa Indonesia.

Ketika gw merasa bangga atas apa yang kita miliki.
Dengan kekayaan budaya yang terbentang dalam gugusan-gugusan pulau dari Sabang hingga ke Merauke.
Dari Tanah Abang hingga Rawa Bangke...

Terkejutnya gw dengan lepasnya Timor-Timor dari pangkuan sang Ibu Pertiwi.
Dan terbelalaknya gw, ketika Mahkamah Internasional memenangkan kawasan P. Sipadan dan Ligitan atas Malaysia..
Apakah, sang Merah Putih sudah tak dapat mengayomi gw lagi?

Kini gw ga bisa berkata apa-apa lagi..
Ambalat dipermasalahkan, belum lagi jeritan rakyat-rakyat ambalat yang menginginkan bergabung dengan Malaysia.

Kurangkah perhatian Ibu Pertiwi padamu wahai saudaraku?
Ataukah memang kau sudah tak sayang ibu..??

Dalam kondisi seperti ini, dalam keadaan ini..
Masihkah gw sanggup menegakkan badan ???
Berkata...
Saya Bangga Menjadi Bangsa Indonesia.

Hmm...

Apa yang kau rasakan Ibu??
Kepedihankah yang merajam dirimu??
Melihat anak-anakmu yang tak menuruti perintahmu..

Apa yang kau rasakan Ibu??
Penderitaankah yang menggenangi pelupuk matamu?
Melihat anak-anakmu yang pergi meninggalkanmu..

Apa yang kau rasakan Ibu??
Saat kau mendengar sebait lagu yang kau ingin dengar dari kami.. anak-anakmu??

Oh Ibu, Ibu pertiwi..
Kami datang berbakti..
Lihatlah putra-putrimu..
Menggembiriakan Ibu

Ibu, kami tetap cinta..
Putramu yang setia..
Menjaga tanah pusaka
Untuk selama-lamanya

No comments: